SLAWI - Sekretaris Kwarcab Tegal, Djuliono, S.Sos mengungkapkan, setiap
anggota Pramuka adalah kantor berita, sehingga harus bisa menyebarkan
berita-berita positif tentang kegiatan yang dilakukannya melalui berbagai media
informasi dan komunikasi, termasuk Facebook, Twitter, dan lainnya.
"Setelah dilatih tentang jurnalistik nanti, adik-adik dapat berperan
sebagai kantor berita bagi kwartir atau pangkalannya, yakni dengan memberikan
informasi dan mempublish kegiatan pramuka di wilayahnya sekaligus berperan
menjadi Kontributor," ujar Djuliono

Dilingkungan
sekolah / Gugus Depan, lanjut Khasan, penerapan Jurnalistik dapat diwujudkan
dengan membuat media-media informasi seperti; majalah dinding (mading), majalah
Pramuka, tabloid, bulletin, Warta Penegak atau lainnya.
"Setidaknya dengan mengenal dasar Jurnalistik, aktifis Pramuka di
pangkalan Gudep / Kwarran mampu mewujukannya dalam bentuk mading, buletin
Penegak atau bila mungkin tabloid untuk mempublikasikan kegiatan
dilingkungannya," ujarnya
Dalam kesempatan itu, 50 Penegak dikenalkan rumus dasar menulis berita yang
sudah lazim dikenal yakni 5W+1H. Dimana
mencakup, What (Apa), Where (Dimana), When (Kapan), Who (Siapa), Why (Mengapa)
+ How (Bagaimana).
Selain itu,
mereka juga diberikan pengetahuan tentang pemanfaatan media sosial bagi Gerakan
Pramuka. "Seperti mengelola FB, Twiter, Instagram milik Pramuka,"
ujar Ketua DKC Tegal, Septi Kusuma. (Admin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar