**SUKSESKAN HARI PRAMUKA KE 57 TINGKAT KWARDA JAWA TENGAH DI BUPER MARTOLOYO, SUNIARSIH BOJONG 21 SEPTEMBER 2018** PERANSAKA VII KWARDA JATENG 16-21 SEPTEMBER 2018 DI BUPER SUNIARSIH** ESTAFET TUNAS KELAPA KE 34** Pramuka Perekat NKRI**8

Rabu, 16 November 2011

In Memoriam Kak H Muji Atmanto SH MM


“Ketua Kwarcab Tegal Telah Pergi”

SLAWI – INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN. Sosok Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 11.28 Tegal, H Muji Atmanto, SH.MM, telah berpulang ke Rahmatullah, Selasa (15/11) dini hari sekitar Pukul 01.50 WIB di RSUD dr Soesilo Slawi.

Almarhum Kak Muji Atmanto dipercaya menjabat Ketua Kwarcab 11.28 Tegal sejak terpilih dalam Musyawarah Cabang (MUSCAB) IX tanggal 30 Oktober 2010. Dan dilantik secara resmi menjadi Ketua Kwarcab 11.28 Tegal pada tanggal 30 Desember 2010 oleh Ketua Kwarda 11 Jawa Tengah, Kak Prof Slamet Budi Prayitno, M.Sc untuk masa jabatan 2010 – 2015. Sebelumnya menjabat Ketua Kwarcab, almarhum Kak Muji juga sempat menjadi Pengurus Kwarcab Tegal sejak 1994 sebagai Andalan Cabang yang membidangi Kelembagaan dan Hukum Kwarcab Tegal.
Selain menjabat sebagai Ketua Kwarcab 11.28 Tegal, dalam pemerintahan Almarhum juga dipercaya memegang amanah sebagai Kepala Inspektorat Kabupaten Tegal sejak tanggal 28 Juli 2008 hingga sekarang.


Semasa hidupnya Almarhum dikenal sebagai sosok yang bersih sehingga mendapat julukan Mr Clean (Pak Bersih). Julukan tersebut sangat erat berkaitan dengan sejarah perjalanan kariernya dan kehidupan pribadi Kak Muji yang menorehkan catatan “bersih”. Sepanjang kariernya almarhum dikenal sebagai sosok birokrat yang konsekuen dalam menjalankan tugas, dan selalu berpegang teguh pada aturan. Dalam kehidupan pribadi dan keluarga, juga sangat harmonis.

Almarhum Kak Muji Atmanto juga merupakan sosok yang disegani semua kalangan. Beliau banyak mencetuskan ide serta masukan demi kemajuan daerahnya. Itulah yang membuat hamper seluruh pejabat sipil maupun TNI/Polri di Kabupaten Tegal memadati rumah dukanya di Jl Waringin I RT 01 RW VII, Perumahan Griya Pangkah Indah, Pangkah – Tegal.

Keberangkatan jenazah dilepas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Drs H Haron Bagas Prakosa, MHum dari rumah duka menuju tanah kelahirannya di Kota Pekalongan.

Usai disolati ratusan takziah di Masjid Perumahan Waringin, selanjutnya jenazah dibawa menuju ke Kota Pekalongan menggunakan Ambulance RSUD dr Soesilo. Keberangkatan jenazah diiringi oleh puluhan mobil yang mengangkut sejumlah pejabat Pemkab Tegal dan Pengurus Kwarcab 11.28 Tegal yang ikut mengantar Almarhum sampai ke peristirahan terakhir.

Beberapa pejabat yang tampak ikut melayat antara lain, Wakil Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH.MHum, Dandim 0712 / Tegal, Letkol (ARH) Elman Nawendro beserta jajaran Danramil, Sekda Kab. Tegal, Drs H Haron Bagas Prakoso, MHum, sejumlah pejabat dan mantan pejabat lainnya. Dan tidak ketinggalan segenap jajaran Pramuka dari Pengurus Kwarda 11 Jateng, Pengurus Kwarcab Kab / Kota di wilayah Pekalongan, hingga Pengurus Kwartir Ranting di Kwarcab 11.28 Tegal.

Sekda Kabupaten Tegal, Drs H Haron Bagas Prakosa, MHum saat melepas keberangkatan jenazah mengatakan, Almarhum memiliki dedikasi yang tinggi dan sikap yang baik dalam bekerja sebagai PNS, sehingga patut menjadi contoh bagi pejabat lain di Kabupaten Tegal. Bahkan sebelum meninggal Almarhum dikenal aktif dejumlah organisasi social kemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti halnya Pramuka dan lainnya.

“Pemkab Tegal merasa kehilangan pejabat yang elegan, piawai, punya dedikasi dan cukup disegani oelh semua pihak,” ungkap Bagas.

Sementara itu, anggota Mabicab Tegal, Kak dr H Bimo Bayuadji yang juga tetangga  Almarhum Kak Muji Atmanto, menceritakan sebelum meninggal Almarhum sempat tidak sadarkan diri. Melihat kondisi tersebut, Almarhum segera dilarikan ke RSUD dr Soesilo Slawi.

“Namun sayang, Tuhan berkehendak lain. Dini hari itu juga, Kak Muji Atmanto telah menghadap sang Khalik,” terang Kak Bimo.

Menurut Kak dr Bimo, almarhum diduga mengalami pendarahan pembuluh darah otak, bukan jantung seperti dugaan orang. Dimana Almarhum diketahui sempat mendengkur sesaat. Padahal jika jantung, menurut Kak dr Bimo, tidak dibarengi dengan suara mendengkur.

Keluarga besar Pramuka dan masyarakat Kabupaten Tegal telah kehilangan tokoh yang elegan, piawai, serta martabat dan kinerja yang bagus. Semoga bisa diambil khikmahnya bagi kita semua untuk berinstrospeksi diri demi membangun diri, masyarakat dan membesarkan Pramuka khususnya di Kabupaten Tegal tercinta agar menjadi lebih baik di masa depan.

Selamat jalan Kakak… (Hasan/Humas Kwarcab)

Berita Terkait baca di : Koranlokal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar